![]() |
| The key of succes is never give up. |
Setelah kemarin-kemarin bergulat dengan tulisan yang menggambarkan perasaan, hari ini aku ingin sedikit menulis cerita yang bisa jadi akan memotivasi kalian dan tentunya termasuk aku. Tulisan ini aku buat untuk mengapresiasi 1 jam perjalananku yang ditemanin oleh cerita-cerita inspiratif Bapak Driver salah satu aplikasi layanan ojol. Tapi sebentar dulu, rasanya kurang enak ya bila memanggilnya Bapak Driver. Baiklah, kita panggil saja ia Bapak Top . Aku memberinya nama itu, karena ia memiliki sifat yang mirip dengan tokoh Top di film thailand "Billionaire".
Jadi, cerita ini dimulai saat aku berada di salah satu rumah sakit yang jauh dari rumahku. Saat itu aku menjenguk salah satu temanku yang sakit. Aku tidak ingin membahas wilayah di tulisanku kali ini demi menjaga kerahasiaan identitas orang yang terlibat dalam ceritaku hehe..
"Mes udah cari driver?" katanya yang saat itu duduk tepat di sisi kananku
"Belum nih, aku bingung" jawabku sambil melihat tarif di layar hp
"Coba order sekarang, semoga aja ada yang ambil jauh soalnya"
"Eh ni udah ada yang ambil"
Sebenarnya aku cukup takut saat itu, iya karena itu adalah pengalaman pertamaku menggunakan ojol malam-malam sendirian. Tapi, aku beranikan diri karena tidak mungkin jika aku harus berdiam diri disana menunggu hujan reda.
*Sebuah mobil tiba di depan lobby rumah sakit*
Dia yang bersamaku malam itu, menghampiri Bapak Top dan memastikan bahwa apa benar dia driver yang akan mengantarkanku pulang.
Setelah malam itu, aku berpisah dengannya. Benar-benar berpisah.
Baiklah..
Aku duduk di kursi belakang, aku lempar senyuman ke Bapak Top dan sedikit berbincang-bincang mengenai hidupnya. Classic. hahaha..
Aku hanya tidak ingin malam itu menjadi semakin mencekam apabila aku hanya duduk terdiam dengan imajinasiku yang semakin menggila. I try to break the ice.
Ternyata, setelah lama-lama berbincang. Bapak Top sungguh menyenangkan. Ia banyak bercerita malam itu.
"Gek, udah kerja?" tanya Bapak Top
"Saya masih online aja pak" jawabku saat itu
"Banyak-banyak cari pengalaman gek, apalagi geknya masih baru tau dunia kerja kan ya. Kayak saya ini, aduh pengalaman saya banyak sekali. Kalau diceritain kayaknya panjang dibikinin buku"
"Lah, bapak bikin buku ya?"
"Iya gek, semua pengalaman hidup saya. Saya tulis setiap hari. Doain ya nanti bisa rilis buku sendiri"
"Wah mantap pak, syukur saya lebih dulu kenal bapak sebelum nanti bapak terkenal jadi penulis. Mungkin aja bapak gak inget saya. Berarti saya boleh minta ttd bapak dari sekarang ya" ucapku sambil tertawa
"Hahaha..amin gek. Kita jadi orang emang gak boleh takut mencoba" jawab Bapak Top dengan ramahnya
Sejenak, aku merasa lega bahwa semua imajinasi gilaku tidak jadi kenyataan :')
Setelah perbincangan ringan diantara kami, Bapak Top mulai membuka diri bercerita mengenai karirnya hingga sekarang bisa sukses dengan segudang pengalaman. Mulanya, ia hanya seorang remaja laki-laki yang bisa dibilang kuper di kampungnya. Itu adalah pengakuan Bapak Top sendiri. Ia bahkan takut untuk mendekati wanita. Padahal masa remaja adalah masa dimana kita mulai mengenal cinta bukan? Tapi hal itu tidak berlaku bagi Bapak Top . Hingga akhirnya seorang temannya mengajak Bapak Top untuk pergi ke Bandung.
Kira-kira beginilah kalimat yang dikatakan temannya :
" Top, ayo kita ke Bandung lah. Mau sampai kapan kamu tinggal di kampung ternak kambing. Segitu-gitu doang uang yang kamu dapet. Pengalamanmu juga bakal segitu aja. Sekalian kita cari jodoh di Bandung"
Bapak Top mengakui bahwa kalimat temannya itu, menjadi sebuah tamparan keras untuknya. Ia tersadar dan memberanikan diri untuk pergi merantau meninggalkan kampung halaman. Hanya dengan bermodal nekad dan sedikit uang hasil penjualan kambing.
"Gek tau, saya tinggalin usaha kambing saya. Padahal penghasilannya lumayan. Tapi saya pikir itu bukan kesuksesan yang saya mau"
"Terus Bapak kerja apa Pak di Bandung?"
Ia bercerita bahwa ia mencoba semua pekerjaan, mulai dari supir truck, bisnis mlm, pemasok buah, penjual batu akik, pengusaha kripik dan hingga sekarang ia sudah sukses membangun istana uangnya sendiri. Ya. Ia memiliki usaha travel.
Namun semua itu tidak mudah, Bapak Top mengaku bahwa hidupnya selama ini selalu dipenuhi hutang dan dikejar rentenir. Dari sekian cerita jatuh bangun karir Bapak Top, aku akan menceritakan satu cerita yang bagiku sangat menarik perhatianku.
Bapak Top mengaku bahwa ia pernah menjual batu akik yang dimana dulu sempat menjadi trend besar-besaran. Singkat cerita, usaha penjualan batu akik itu bangkrut. Lagi-lagi ia down. Entah apa yang harus ia buat lagi. Suatu hari, ia dan temannya berencana untuk membuat sebuah bisnis. Tapi konyolnya, mereka tidak tahu apa yang harus dibuat. Yang pasti mereka harus membuat bisnis. Seakan-akan memeras isi kepala, Bapak Top berusaha keras untuk berfikir. Hingga akhirnya ia berfikir untuk membuat sebuah keripik dari pare. Ha? Pare? Iya Pare. Aku juga kaget mendengarnya karena bagaimana bisa padahal pare identik dengan sayur yang pahit. Tapi disitulah, Bapak Top memberanikan diri untuk membuat sesuatu yang berbeda dari orang lain. Ia sempat kesulitan untuk mempromosikan keripiknya itu karena mindset orang-orang pare itu pahit dan pasti tidak enak.
Sekali lagi, itu bukan alasan baginya untuk menyerah. Dengan mengambil resiko dan kerugian cukup besar, ia dengan sukarela menawarkan keripik pare secara gratis kepada orang-orang agar mereka tahu bahwa keripik pare itu tidak seperti yang mereka bayangkan.
Dan, taktik itu berhasil!
Setelah mengalami kerugian besar, ia mulai menerima pesanan yang bahkan dengan jumlah besar. 80 kg pare! Bukan main!
Tapi lagi-lagi, perjalanan memang tidak selalu berjalan mulus. Usaha yang ia bangun bersama temannya harus terhenti karena sebuah permasalahan. Bapak Top memilih untuk mengalah dan meninggalkan usahanya tersebut.
Setelah keterpurukan yang cukup lama, ia memutuskan untuk merantau ke Bali. Terinspirasi dari kisahnya sendiri yang bekerja sebagai ojol, ia berfikir seperti ini :
"Kenapa tidak bikin travel sendiri saja, kan prinsip kerjanya sama. Sama-sama mengantar tamu. Bedanya saya bisa jadi bos dalam usaha saya sendiri bukan sebagai karyawan"
Sejak itulah, Bapak Top mulai membangun travelnya sendiri yang kini sudah banyak memperkerjakan orang. Travelnya pun terbilang cukup terkenal.
.........
"Jadi gitu lo gek, berat hidup saya ya" kata Bapak Top
"Hebat banget sih Bapak bisa belajar dari kegagalan terus sekarang udah punya usaha masih sempet juga jadi driver"
"Hahaha lumayan gek, biar uang datang dari segala arah"
"Bener juga sih pak" jawabku sambil tertawa
"Gek tau Bob Sadino?"
"Tau pak, kenapa?"
"Dari bukunya itu saya belajar bahwa orang goblok itu bisa sukses"
"Kenapa gitu pak?"
"Iya karena orang goblok gak banyak mikir yang penting jalanin aja. Dan dari dia saya juga belajar kalo mau bahagia, saya gak mau jadi karyawan. Meskipun usaha saya kecil yang penting saya bosnya."
Aku ingat pesan Bapak Top padaku malam itu
" Gek kalau mau bikin usaha, jangan mikir untung dulu. Bikin aja dulu. Rugi itu biasa. Yang penting dari sana belajar untuk terus coba. Tapi, klo gek mau kerja. Semangat ya. Gak apa-apa jadi bawahan, nanti pasti bisa jadi atasan. Tergantung sekarang gek yang nentuin."
Sungguh mendengar kata-kata Bapak Top, membuatku semakin sadar bahwa tidak ada kesuksesan instan. Dan mungkin pertemuanku dengan Bapak Top adalah takdir. Tuhan ingin mengajarkanku arti dari sebuah kerja keras.
Setelah bertemu dengannya, aku semakin semangat untuk mewujudkan usaha kecil yang aku impikan.
Kelak, aku harap aku bisa bertemu kembali dengan Bapak Top.
Bukan sebagai penumpang dan driver.
Tapi sama-sama sebagai pengusaha.
Dari penumpang ojol yang menantikan buku karya Bapak.
Semoga selalu teringat.
